Akses dan Pemerataan Vaksin adalah kunci pengendalian Pandemi Covid-19

Firda Rachmawati - Sabtu, 12 Juni 2021, 20:20 WIB

Epidemiolog FK UNPAD Budi Sujatmiko, dr., M.epid.Epidemiolog FK UNPAD Budi Sujatmiko, dr., M.epid.

oleh:
Budi Sujatmiko, dr., M.epid.
Epidemiolog FK UNPAD

FIXINDONESIA.COM - Sudah dua tahun pandemi Covid-19 berlangsung namun belum ada tanda-tanda bila wabah ini akan berakhir. Saat ini kasus sedang sangat meningkat terutama di kawasan Asia. India, dan Malaysia adalah dua negara dengan peningkatan kasus yang sangat tinggi yang mengakibatkan grafik pandemi naik seolah membuat garis vertikal. 

Berdasarkan data dari John Hopkin university, pada kamis 10 juni India menambah 92.291 kasus baru dengan  7.374 kematian. Sedangkan Malaysia mencatatkan 5.761 kasus baru dengan 73 kematian. Walaupun angka kejadian di Malaysia lebih kecil dibandingkan dengan di India, namun jika dibandingkan dengan rata-rata penambahan kasus pada bulai mei penambahan kasus baru ini dinilai sangat berarti. 

Baca juga: KABAR BAIK! Hari Ini Hampir 1.500 Pasien Covid-19 di Jawa Barat Sembuh

Pada akhir Mei, Malaysia bahkan mencatatkan peningkatan infeksi Covid-19 yang lebih besar dibandingkan India. Dengan tingkat infeksi sebesar 205 kasus per satu juta penduduk per pekan dibandingkan dengan India yang mencapai 105 kasus per satu juta penduduk per pekan. Kondisi ini memaksa Perdana Menteri Muhyidin untuk menerapkan lockdown di Malaysia. 

Kondisi Ini tentu sangat mengkhawatirkan, karena Indonesia sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Malaysia akan ikut terdampak. Banyaknya aktivitas ekonomi , pariwisata dan kenegaraan yang berlangsung antar kedua negara perlu diperhatikan dan dievaluasi agar tidak terjadi peningkatan kasus yang serupa. Selain itu perlunya dilakukan mitigasi bencana yang baik dan terencana, agar kasus serupa tidak terjadi di Indonesia

Baca juga: ASN Bisa Dapat Beasiswa di Jepang, Simak Syarat dan Tata Caranya di Sini

Secara teori prinsip pengendalian wabah Covid-19 adalah dengan melakukan aktivitas “5M”.  Yaitu dengan mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Jika protocol ini dapat dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh seharusnya wabah ini sudah dapat dikendalikan. 

Editor: Firda Rachmawati

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi