Akademisi Indonesia Desak KPI Segera Buka Hasil Investigasi Pelecehan Seksual

Rinda Suherlina - Sabtu, 18 September 2021, 7:50 WIB

KPI akhirnya menindaklanjuti tayangan Suara Hati Istri Zahra yang sempat dikecam netizenLogo KPI/kpi.go.id

FIXINDONESIA.COM - Dugaan pelecehan seksual di KPI telah menjadi perhatian masyarakat Indonesia.

Kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi memberikan respon lantaran KPI memutuskan menutup infomasi hasil investigasi internal dari publik. 

Salah satunya disampaikan Lintang Ratri Rahmiaji, akademisi komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. 

"KPI harus memberikan informasi publik terkait penanganan kasus pelecehan seksual yang terjadi di lembaganya, hal ini karena KPI adalah lembaga publik yang memiliki dua tanggung jawab, yakni tanggung jawab publik dan tanggung jawab hukum," ujarnya kepada FIXINDONESIA.COM pada Jumat 17 September 2021.

Baca juga: Jadwal Trans 7 Hari Ini, Sabtu 18 September 2021: Jangan Lewatkan Opera Van Java

Alasan KPI menutup informasi hasil investigasi karena KPI menyerahkan kasus ini kepada jalur hukum telah tersiar di berbagai media. Hal ini disorot oleh Lintang.

"Semua pelanggaran atau kasus kekerasan seksual di lembaga negara harus dibuka ke publik, karena kekerasan seksual adalah kasus kriminal, kejahatan pidana yang dilakukan pegawai negara harus dibuka ke publik, sebagai pemenuhan nilai  transparansi dan akuntabilitas lembaga publik," ucapnya. 

Menurut Lintang Transparan dan Akuntabel adalah prasyarat untuk mendapatkan kepercayaan publik

Editor: Rinda Suherlina

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi