Ada Kandungan Babi di Vaksin AstraZeneca, MUI: Haram! Tapi Boleh Digunakan

Fahrurrazi Assyar Halim - Jumat, 19 Maret 2021, 17:00 WIB

illustrasi vaksin Covid-19illustrasi vaksin Covid-19/fahrurrazi Assyar/Freepik/Freepik

FIXINDONESIA.COM - Pemerintah memulai vaksinasi pada 13 Januari silam, dimana orang pertama yang mendapatkan vaksin di Indonesia yaitu presiden Joko Widodo sebagai jaminan keamanan vaksin kepada masyarakat.

Setelah itu vaksin diberikan kepada golongan prioritas, seperti Tenaga Kesehatan (Nakes), TNI dan Polri serta jajaran pemerintah dari pusat hingga daerah sebagai garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19.

Sebelumnya, pemerintah sebelumnya telah mendatangkan vaksin Sinovac dari Tiongkok pada Desember 202 lalu. Namun ketersediaan stok vaksin tersebut masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.

Baca juga: 6 Cara Bayar Biaya Pendaftaran UTBK SBMPTN 2021 di Bank BNI

Distribusi vaksin AstraZeneca sebelumnya sempat terkendala masalah izin terkait izin edar dari BPOM dan fatwa Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sementara itu, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa dalam vaksin tersebut ditemukan kandungan unsur babi dan dinyatakan haram.

Editor: Fahrurrazi Assyar Halim

Sumber: PMJ News

tags
Artikel Rekomendasi