8 Manfaat Kacang Kenari, Bisa Bantu Menekan Pertumbuhan Kanker Payudara hingga Tingkatkan Kesuburan Pria

Firda Rachmawati | Agus Satia Negara - Jumat, 5 Maret 2021, 10:15 WIB

8 manfaat kacang kenari, salah satunya menekan pertumbuhan kanker payudara hingga tingkatkan kesuburan pria8 manfaat kacang kenari, salah satunya menekan pertumbuhan kanker payudara hingga tingkatkan kesuburan pria/Couleur/Pixabay

FIXINDONESIA.COM - Sebagian orang mungkin menganggap kacang kenari hanya sebagai pelengkap bahan makanan penutup dalam kue, muffin, brownies, dll, tetapi kacang kenari juga bisa dijadikan sebagai cemilan.

Selain rasa gurihnya, kenari memberikan nutrisi penting dan menawarkan manfaat kesehatan yang didukung sains. Berikut adalah beberapa manfaat utama kacang pohon yang menyehatkan ini, dilansir dari Healthy.

1. Kacang kenari kaya nutrisi

Satu ons (sekitar seperempat cangkir, atau 14 bagian kenari ) menyediakan 18 gram lemak baik, 4 gram protein, 2 gram serat, hampir 50% dari target harian untuk mangan , dan sejumlah kecil magnesium, zat besi, kalsium, dan vitamin B.

Baca juga: Siap-Siap! Pemerintah Tambah Sepuluh Juta Dosis Bahan Baku Vaksin untuk Masyarakat

Mangan adalah mineral yang mendukung kesehatan tulang dan dibutuhkan untuk produksi kolagen dan penyembuhan luka. Kenari juga dikemas dengan antioksidan yang diketahui memiliki efek anti-inflamasi, yang membantu melindungi dari inisiasi dan perkembangan kanker, penyakit jantung, dan penyakit neurodegeneratif.

2. Kenari menghasilkan lemak sehat

Asam alfa linolenat, atau ALA, adalah sejenis asam lemak omega-3 yang dikenal dapat mengurangi peradangan. Kacang kenari mengandung lebih banyak ALA dibanding jenis kacang lainnya. Sebuah studi tahun 2020, yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients , menilai efek konsumsi kenari pada profil asam lemak omega-3 orang dewasa yang sehat selama periode empat minggu.

Para peneliti menemukan bahwa setelah sebulan mengonsumsi beberapa ons kenari setiap hari, status omega-3 subjek meningkat. Mereka juga mengalami penurunan berat badan dan lemak tubuh, ditambah peningkatan massa tubuh tanpa lemak dan air tubuh.

Editor: Agus Satia Negara

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi

terpopuler
sorot